Larangan Judi Online dan Pandangan Dalam Islam

Larangan judi online dan pandangan dalam Islam, dimana Islam mengatur segala aturan terkait apa yang diharamkan, termasuk judi. Judi domino99 pada bahasa arab dinyatakan dengan kata maisir atau bisa juga qimar. Maisir adalah kata yang berasal dari al-yasr berarti keharusan. Dalam hal ini artinya bahwa suatu keharusan untuk serahkan segara sesuatu yang sudah dipertaruhkan ke pihan pemenang.

Ketika banyak fenomena judi secara online yang terjadi di masyarakat saat ini. Maka menjadi sorotan tersendiri bagi ulama serta para ahli untuk menghimbang masyarakat dan memberikan edukasi terbaik. Agar bisa menghentikan perilaku orang yang memulai judi, apalagi saat ini semakin mudah terakses baik via situs maupun aplikasi online.

Pendapat Para Ulama dan Para Ahli Tentang Judi

Ada beberapa pendapat ulama tetang perjudian yang ada dan marak, dimana perjudian ini sebagai wujud buruk perbuatan manusia. Pendapat para ulama ini juga bisa jadi rujukan tentang maraknya judi online yang ada saat ini. Maka muncullah larangan judi online untuk memutus mata rantai perjudian tersebut.

1.Muhammad Rasyid Ridha berbicara tentang judi atau maisi ini yang merupakan sebuah permainan untuk cari untung tanpa pikir panjang serta kerja keras.

2.Al Tabarsi mengungkapkan bahwa matsir merupakan permainan dimanayang menang akan dapatkan uang atau barang tanpa adanya usaha yang dilakukan secara wajar. Bahkan dalam permainan ini meniumbulkan efek kemiskinan.

3.Hasbi Ash-Shiddiegy mengungkaplan adanya bentuk permainan dengan wujud kalah atau menang. Dimana yang kalah akan berikan uang atau barang yang telah disepakati untuk taruhan ke yang menang.

4.Yusuf Qardawi mengatakan bahwa tiap permainan yang terdapat taruhan itu haram. Tentang Qimar serta judi ini merupakan permainan dimana si pemain bisa untung ataupun mengalami kerugian.

5.Ibrahim Hosen mengungkapkan bahwa adanya judi menjadi sebuah permainan dengan taruhan sebagai unsur pentingnya. Kemudian dilakukan secara langsung oleh dua orang atau lebih secara berhadapan.

6.Menurut M.Quarish Shihab, dimana kata maisir ini terambil dari yusrun yang berarti mudah. Maksudnya adalah si pelaku bisa dengan mudah dapatkan harta bahkan juga mudah kehilangan tanpa susah payah.

7.Dwi Suwiknya menjelaskan tentangn judi yang merupakan tindakan untuk ambil keputusan untung tanpa adanya data pendukung. Atau dinamakan dengan permainan jumlahnya nol dimana pemain bersaing untuk pembayaran nominal tertentu. Maka untung yang didapat orang tersebut yaitu nominal langsung daripemain lain. Jadi dengan kata lain judi ini terjadi perkumpulan uang pada kalangan tertentu yang tidak produktif.

8.Kartini Kartono mengungkapkan adanya judi yang jadi taruhan untuk suatu nilai. Atau sesuatu tersebut ini bernilai dan sadar akan risiko, juga harapan tertentu di peristiwa juga permainan pertandingan serta perlombaan dari kejadian yang hasilnya belum pasti.

Dengan adanya pendapat ulama dan para ahli tersebut maka dapat disimpulkan tentang judi yang merupakan bentuk permainan dimana didalamnya ada taruhan untuk dapat untung. Bahlan si pelalu tidak perlu melakukan kerja keras. Itulah kenapa larangan judi online semakin digencarkan saat ini, agar pelakunya terhindar dari hal buruk dan dimata agama Islam judi merupakan perbuatan yang diharamkan. 

Pandangan Islam Terhadap Perjudian

Larangan judi online merupakan larangan yang diberikan untuk menekan pelaku judi tersebut agar nantinya bisa taubat. Namun, biasanya pelakunya justru akan merasa kecanduan dan tidak bisa berhenti begitu saja. Maka ada beberapa pandangan Islam tentang efek dari berjudi ini.

1.Merupakan Perbuatan Syetan

Pada salah satu ayat Al Quran bahwa judi ini juga merupakan perbuatan syetan. Dimana syetan dinyatakan selalu menganggu umat manusia untuk berbuat keburukan. Dengan begitu syetan akan datang dari depan, belakang, kanan, kiri dan akan mempengaruhi pikiran manusia. Termasuk pikirann untuk terus melakukan judi.

Tentunya dengan apa yang diyakini dalam diri dan jauh dari nilai agama. Seorang pelaku judi ini telah mengikuti perbuatan syetan yang begitu membuat candu dan semakin buruk. Seolah-olah manusia yang sudah terjerumus ke lubang judi akan sangat susah untuk keluar lagi. Maka sudah benar jika ada larangan judi online agar manusia tidak terjerumus pada perbuatan syetan.

2.Menebar Permusuhan

Ketika bermain judi dan mulai kecanduan meskipun sudah ada larangannya serta antisipasinya. Tetap saja pelakunya melakukan sesuatu yang buruk, yaitu berefek menebar permusuhan. Hal ini dipicu dari kondisi dimana seseorang yang selalu kalah judi akan berakibat buruk pada emosinya. Maka akan emosi pada orang lain yang mencoba mendekatinya karena judi tersebut.

Permusuhan bisa muncul juga akibat dari pelaku itu sendiri. Saat sering melakukan judi dan taruhan uang maka pelaku butuh modal. Bisa pinjam teman atau melakukan hal buruk lainnya. Yang kemudian memicu antara orang yang satu dengan lainnya akibat peminjaman uang.

3.Banyak Mudaratnya

Dalam islam yang tertuang pada Q,S Al Baqarah ayat 219 ini disebutkan bahwa dosa lebih besar dari manfaatnya. Tentunya juga banyak dosa yang ditanggung oleh si pelaku. Dosa ini bahkan disebut lebih besar dari manfaat. Maka apa yang akan diambil dari perbuatan judi? Selain hanya kemudaratan belaka.

Sungguh merugi orang yang mensia-siakan waktunya untuk kegiatan yang tidak bermanfaat. Sebagai contohnya judi ini. Justru semakin banyak keburukan yang didapatkan ketika seseorang semakin candu pada judi. Keluarlah peraturan larangan judi online agar bisa menghentikan perbuatan buruk pelaku judi. Inilah yang disebut dengan kemudaratan yang banyak dan tidak baik untuk ditiru.

4.Menebar Kebencian

Efek dari pelaku judi biasanya jadi benci pasalnya emosi yang tidak terkontrol tersebut. Ia cenderung akan menebarkan benci ke orang lain dan juga berperilaku buruk. Akibat sensasi dari bermain judi yang sangat tidak bermanfaat tersebut. Dimana secara tiba-tiba pelaku merasa sensitive kemudian benci dengan banyak orang.

Selalu curiga pada orang, diakibatkan dirinya sering terlalu fokus pada judi dan mensugesti diri untuk menang. Maka dalam hal ini kebencian dalam diri akan semakin besar dan dipupuk untuk melakukan perilaku yag tidak menyenangkan di hadapan orang lain. Maka dari itu, seorang pelaku judi ini sangat tidak baik dan semakin sering menebar kebencian terhadap orang lainnya.

5.Rusak Akhlak

Pada saat orang mulai berjudi dan sering melakukannya maka orang tersebut telah merusak akhlaknya. Dimana akhlak ini merupakan benteng diri dan perhiasan yang mulia pada sesama umat manusia serta dimata Allah. Namun telah rusak akibat pelakunya berbuat yang diharamkan dalam hal ini bermain judi meskipun sudah ada larangan judi online.

Judi yang banyak membawa mudarat ini biasanya akan memunculkan kondisi dimana seseorang berperangai buruk dan meresahkan masyarakat. Misalnya saja saat orang tersebut kalah dalam judi, untuk hasilkan uang justru melakukan perbuatan buruk yaitu mencuri, merampok dan sebagainya. Tentunya hal ini sangat tidak baik dan begitu meresahkan masyarakat jika terjadi.

Dengan adanya larangan judi online ini maka harapannya bisa memberikan pencegahan dan peringatan kepada para pelaku judi. Tentunya dengan diimbangi aturan baik secara syariat islam juga dari hukum negara. Dengan begitu kehidupan akan lebih tertib dan lebih baik lagi untuk menstop aktivitas judi online.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *